Konstruksi Bangunan Berkelanjutan

Konstruksi berwawasan lingkungan (green construction) menurut Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak merupakan konstruksi yg bisa mengurangi porto-porto yang disebabkan bencana yg disebabkan karena kerusakan alam. Contohnya ketika membangun jalan terkadang membelah aliran sungai agar tidak putus maka wajibdibuatkan saluran gorong-gorong yg memadai supaya saat hujan tidak meluap ke jalan.Kemudian dalam menciptakan jalan menggunakan bahan-bahan yg bisa diperbarui (renewable), bobotnya lebih ringan & bertenaga buat berhemat porto angkut, serta yg panti harus dapat didaur ulang. Sementara berdasarkan segi lingkungan setidaknya buat jalan lantaran adalah fasilitas generik wajibmenyediakan 30 persen menjadi ruang terbuka hijau yang ditempatkan disisi kanan dan kiri jalan, jelasnya.

Standar ramah lingkungan ini bila ditransformasikan ke dalam ukuran juga sistem baku meliputi beberapa aspek detil lainnya misalnya resource consumption and energy balance system, life cycle analysis, eco-efficiency standard, eco-scarcity and eco-toxicology & sebagainya. Konferensi internasional bangunan berkelanjutan itu sendiri diselenggarakan tiap 3 tahun sekali, menggunakan diselingi beberapa rendezvous sejenis di taraf regional. Tak kurang berdasarkan 2000 orang hadir buat mempresentasikan beberapa hasil riset atau temuan mereka pada ajang ini.

Dalam Kongres Copenhagen 2009, UIA (Union International des Architect) yg merupakan organisasi asosiasi arsitek non-profit yg mewakili lebih dari satu juta arsitek di 124 negara, sudah menyampaikan bahwa betapa bangunan & industri konstruksi sangat berdampak terhadap Jasa Konstruksi pemanasan dan perubahan iklim waktu ini, tentunya bukan berarti harus berhenti namun menggunakan melakukan pendekatan yg “berkelanjutan” misalnya dengan “Sistem Lingkungan Binaan”. Lantaran UIA berkomitmen buat buat mengurangi dampak dan efek yg semakin parah menggunakan “Sustainable by Design Strategy” yang akan diadopsi lebih banyak dalam Kongres pada Tokyo, Jepang 2011.

Konsep Strategi Desain Berkelanjutan UIA bisa dijabarkan kedalam 9 point;Dimulai dengan termin awal pekerjaan proyek yg melibatkan semua pihak : klien, desainer, insinyur, pemerintah, kontraktor, pemilik, pengguna, & komunitas;Analisa & Manajemen seluruhnya berdasarkan Daur Hidup Bangunan, yaitu mengintegrasikan semua aspek dalam konstruksi dan penggunaan dimasa depan;Optimalisasi desain yg efisien, tenaga terbarukan, teknologi terkini & ramah lingkungan harus menjadi satu kesatuan;Kesadaran bahwa proyek arsitektur & konstruksi tadi merupakan sistem interaktif yang kompleks dan terkait pada lingkungan lebih kurang yg lebih luas yg sanggup meliputi warisan sejarah, kebudayaan, & sosial warga ;Penerapan “material bangunan yg sehat”, yaitu buat membangun bangunan yang sehat, tata guna huma yang seimbang, kesan estetik & inspiratif, dan memberikan keyakinan ke masyarakat;Upaya buat mengurangi “carbon imprint”, mengurangi penggunaan material berbahaya yang berdampak terhadap kegiatan pengguna;Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, kesetaraan baik lokal juga dunia, memajukan kesejahteraan ekonomi, serta menyediakan kesempatan-kesempatan untuk kegiatan beserta rakyat;Populasi urban tergantung pada sistem desa-kota yang terintergrasi, saling terkait buat keberlangsungan hayati misalnya fasilitas publik (air, udara, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dll;Mendukung pernyataan UNESCO tentang keberagaman budaya umat manusia sebagai sumber pertukaran, inovasi, kreativitas yang sangat diperlukan oleh manusia.

Selanjutnya, konsep-konsep pada atas dapat diterjemahkan bahwa pendekatan“Sustainable Architecture” perlu diterapkan secara menyeluruh dengan melihat semua daur hayati dari bangunan tadi. Dan penerapannya harus secara komprehensif dari maerial, dan penghijauan lingkungan.

Arsitekur memberikan kontribusiterbesar terhadap pemanasan dunia (dunia warming).Data ASEAN Center for Energy (ACE), 48% pemanasan glbal didapatkan oleh bangunan.

Untuk mencapai kenyamanan thermal juga visual pada bangunan, kondisi lingkungan internal (temperatur, kelembaban, taraf iluminasi) bisa diatur tanpa ataupun menggunakan menggunakan alat-alat teknologi mekanikal elektrikal yang menggunakan energi dari sumber yg tidak dapat diperbarui.

Bangunan berkelanjutan merupakan bangunan yang menggunakan metode konstruksi yang berkelanjutan dan menggunakan material/bahan bangunan yg Jasa Konstruksi medan memprioritasnkan kualitas lingkungan, vitalitsa ekonomi & keuntungan sosial melalui perancangan bangunan, operasional bangunan, perawatan & dekonstruksi lingkungan pada lokasi dimana dilakuakn pembangunan (lingkungan binaan).

Seperti pula pembangunan berkelanjutan yang melihat konsep berkelanjutan menurut 3 aspek primer yaitu (1) kemajuan sosial, (dua) pertumbuhan ekonomi & (3) ekuilibrium ekologi, maka arsitektur berkelanjutan pun tidak dapat lepas dari aspek-aspek tadi.Efisiensi penggunaan energiMemanfaatkan sinar suryaMemanfaatkan penghawaan alamiMemanfaatkan air hujanKonsep efisiensi penggunaan energi misalnya pencahayaanEfisiensi penggunaan lahanMenggunakan lahan dengan efisienPotensi hijau flora dalam humamenghargai kehadiran flora yang ada di humaDesain terbuka menggunakan ruang-ruang yang terbuka ke tamanDalam perencanaan desain, pertimbangkan aneka macam halEfisiensi penggunaan materialMemanfaatkan material sisa untuk digunakan dalam pembangunanMemanfaatkan material bekas bangunan atau komponen lamayang masih bisa digunakanMenggunakan material yang masih berlimpahPenggunaan teknologi dan material terbarukanMemanfaatkan potensi terbarukan misalnya tenaga angin, cahaya surya dan irMemanfaatkan material baru melalui penemuan baru yg secara globalManajemen limbahMembuat sistem dekomposisi limbah organikMembuat sistem pengolahan limbah domestikPenyumbang kerusakan lingkungan alam terbesar adalah sektor konstruksi yang secara Global mengonsumsi 50% asal daya alam,40% energi dan 16% air. Konstruksi jua Menyumbangkan emisi CO2 terbanyak yaitu45% (Akmal, 2007).

lima. Kontribusi Bidang Konstruksi Terhadap Kerusakan AlamPengambilan materialProses pengolahan materialDistribusi material jadi dari sumbernya kelokasi pembangunanProses konstruksiPengambilan huma buat bangunanKonsumsi energi sejak waktu dimulai bangunandipakai

       6. Konstruksi Berkelanjutan, menurut UNEP(United Nations Environment Programme) adalahcara industri konstruksi untuk berkembang mencapai kualitas pembangunan berkelanjutan denganmemperhitungkan pelestarian lingkungan, sosial ekonomi, dan berita budaya. Secara spesifik hal ini melibatkan berita seperti desain, manajemen bangunan, material, kualitas operasional bangunan, konsumsi tenaga, & asal daya alam.

       7.Konstruksi Berkelanjutan Dalam Konteks ArsitekturArsitektur bukanlah suatu entitas yg tanggal & berdikari. Keberadaannya harus menjadi kesatuan integral menggunakan sekitarnya, baik secara sosial, spasial juga lingkunganBerarsitektur menggunakan memperkuat nilai-nilai KebersamaanBerarsitektur dengan menghargai ekspresi/bukti diri budaya menjadi cerminan nilai-nilai transendenMenggunakan bahan dan keterampilan localMenghargai pepohonan sama dengan menghargai kehidupanAdaptif terhadap iklim secara aktif dan kreatifMenggunakan bahan bekas & komponen usangMenggunakan bahan daur ulang bekas limbahMenggunakan bahan secermat mungkin tanpa residu, tanpa limbahMenggunakan desain padat karya agar dapat membuka lapangan pekerjaan & mengurangipenggunaan bahan-bahan industri missalMendesain satu ruang dengan poly fungsi(multifungsi)Desain opan plan atau terbuka (tanpa sekat)Membaca potensi masa depan: bambu sebagai pengganti kayu.Tindakan-Tindakan Untuk Mendukung Konstruksi BerkelanjutanDari mana dan bagaimana penghasil mengambilbahan dasar materialTransportasi bahan dasar materialLimbah produksiDapatkah asal daya yang diambil diperbaharuiPerlakuan terhadap pekerja setempatTransportasi dari sumber ke huma konstruksiMengoptimalkan penggunaan material termasuk sisanya.Re-use & Re-cycleGunakan huma sesedikit mungkin, secukup mungkin

Leave a Reply

Your email address will not be published.