Material Konstruksi Logam

Berbagai jenis bahan telah kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Penggunaannya pun sangat bergantung pada sifat-sifat dari bahan tersebut. Didalam industri manufaktur tidak akan lepas dari dengan satu bidang ilmu teknik yg herbi material. Secara umum meterial teknik diklasifikasikan sebagai 2 (dua) golongan yakni logam (metal) & non logam (non metal). Jika ditinjau dari sudut pandang susunan unsur dasar, logam (metal) dibagi sebagai dua (dua), yaitu logam murni dan logam alloy (logam paduan). Sedangkan non logam dibagi sebagai 3 (tiga), yaitu keramik, komposit, dan polimer.

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat bertenaga, liat, keras, penghantar listrik dan panas, dan mempunyai titik cair tinggi. Logam jua Jasa Konstruksi merupakan bahan yg dapat ditempa, mengkilat, magnetis, & dapat dicampur secara homogen pada aneka macam kadar.

Logam dibagi sebagai dua yaitu logam murni yg hanya terdiri berdasarkan satu jenis atom, misalnya besi (Fe) murni, tembaga (Cu) murni dan  logam paduan (metal alloy) yg terdiri menurut 2 Jasa Konstruksi medan atau lebih jenis atom & adalah campuran menurut dua macam logam atau lebih yg dicampur satu sama lain dalam keadaan cair.

Logam murni merupakan suatu logam yg mempunyai sifat-sifat:kadar kemurnian 99,9%kekuatan tarik rendahtitik lebur tinggidaya hantar listrik baikdaya tahan terhadap zat oksidasi baik

Contoh-model logam murni merupakan emas, timah, seng, dan aluminum. Biasanya kaleng memakai aluminium murni, sementara kabel listrik menggunakan tembaga murni.

TIMAH(pelaksanaan berupa dawai timah)

Logam paduan (metal alloy) tak jarang digunakan sebagai pengganti logam murni lantaran pada logam paduan memiliki sifat yang bisa menaruh laba & kemudahan sebagai material pabrikasi seperti kekerasan dalam logam paduan bisa ditingkatkan berdasarkan kekerasan logam asalnya, kekuatan tarik bisa diperbesar, daya pemuaian dapat dikurangkan, titik lebur dapat diturunkan atau dinaikkan dibanding logam-logam asalnya. Sifat-sifat tadi itulah yg tidak dimiliki logam murni sebagai akibatnya bisa tambahkan unsur logam lainnya buat mengeluarkan kelebihan-kelebihan menurut sifat-sifat tersebut. Material logam dikelompokan sebagai 2 yaitu :

Logam Besi (ferrous)

Logam ferro adalah logam besi (Fe). Besi merupakan logam yg krusial dalam bidang teknik, namun besi murni terlalu lunak & rapuh sebagai bahan kerja, bahan konstruksi & lain-lain. Oleh karenanya besi selalu bercampur menggunakan unsur lain, terutama zat arang atau karbon (C). Logam ferro pula dianggap besi karbon atau baja karbon. Bahan dasarnya merupakan unsur besi (Fe) dan karbon (C), namun sebenarnya pula mengandung unsur lain misalnya: silisium, mangan, fosfor, belerang dan sebagainya yang kadarnya nisbi rendah. Unsur-unsur dalam adonan itulah yg mensugesti sifat-sifat besi atau baja pada umumnya, namun unsur zat arang (karbon) yang paling akbar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya.

Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih besi pada pada dapur tinggi yg akan membentuk besi kasar atau besi mentah. Besi kasar belum bisa digunakan sebagai bahan buat membuat benda jadi maupun setengah jadi, oleh karenanya, besi kasar itu masih harus diolah kembali pada dalam dapur-dapur baja. Logam yang didapatkan oleh dapur baja itulah yang dikatakan sebagai besi atau baja karbon, yaitu bahan untuk menciptakan benda jadi juga setengah jadi. Logam Besi (ferrous) jua terdiri menjadi dua yaitu:

Baja adalah logam paduan antara besi (Fe) dan karbon (C), dimana besi sebagai unsur dasar & karbon menjadi unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja kurang berdasarkan 1,4% berat sinkron grade-nya. Dalam proses pembuatan baja akan terdapat unsur-unsur lain selain karbon yg akan tertinggal pada baja misalnya mangan (Mn), silikon (Si), Kromium (Cr), vanadium (V), dan unsur lainnya. Dalam hal pelaksanaan, baja acapkali dipakai sebagai bahan baku buat indera-indera perkakas, indera-alat pertanian, komponen-komponen otomotif, kebutuhan tempat tinggaltangga, & lain-lain. Menurut ASM handbook vol 1:139 (1993), baja bisa diklasifikasikan dari komposisi kimianya misalnya kadar karbon dan paduan yg dipakai. Berikut adalah pembagian terstruktur mengenai baja berdasarkan komposisi kimianya :Baja Karbon (Carbon Steel)

Baja paduan rendah terdiri menurut berdasarkan besi dan karbon. Karbon merupakan unsur pengeras besi yang efektif & murah. Oleh karena itu, dalam umumnya sebagian akbar baja hanya mengandung karbon menggunakan sedikit unsur paduan lainnya. Perbedaan persentase kandungan karbon pada adonan logam baja menjadi salahsatu pengklasifikasian baja. Berdasarkan kandungan karbon, baja paduan rendah dibagi sebagai 3 macam, yaitu:Baja karbon rendah (Low Carbon Steel)

Baja karbon rendah adalah baja yg mengandung karbon kurang dari 0,25% C, dan struktur mikronya terdiri atas ferit dan perlit. Dibandingkan menggunakan jenis baja lainnya, baja karbon rendah merupakan jenis baja yg diproduksi dalam jumlah terbesar. Baja kabon rendah adalah baja yang paling murah diproduksi diantara seluruh karbon, midah dimachining & dilas, dan keuletan & ketangguhannya sangat tinggi namun kekerasannya rendah dan tahan aus. Sehingga dalam penggunaannya, baja jenis ini bisa digunakan menjadi bahan standar buat pembuatan komponen bodi kendaraan beroda empat, struktur bangunan, pipa gedung, jembatan, kaleng, pagar, & lain-lain.Baja karbon menengah (Medium Carbon Steel)

Baja karbon menengah merupakan baja yg mengandung karbon 0,25% C-0,6% C. Baja karbon menengah memiliki kelebihan jika dibandingkan menggunakan baja karbon rendah, kekuatan tarik & batas regang yg tinggi, tidak mudah dibentuk sang mesin, lebih sulit dilakukan buat pengelasan, dan dapat dikeraskan (quenching) dengan baik. Baja ini lebih kuat daripada baja karbon rendah, tetapi mempunyai keuletan dan ketangguhan yg lebih rendah, dan bisa diberi perlakuan panas buat mempertinggi kekuatannya. Baja karbon menengah poly digunakan buat poros, rel kereta barah, roda gigi, pegas, baut, komponen mesin yg membutuhkan kekuatan tinggi, & lain-lain.Baja karbon tinggi (High Carbon Steel)

Baja karbon tinggi merupakan baja yang mengandung karbon 0,6% C-1,4% C & memiliki tahan panas yg tinggi, kekerasan tinggi, namun keuletannya lebih rendah. Biji karbon tinggi memiliki bertenaga tarik paling tinggi & banyak digunakan buat material tools. Salah satu aplikasi berdasarkan baja ini adalah pada pembuatan dawai baja dan kabel baja. Berdasarkan jumlah karbon yg terkandung didalam baja maka baja karbon ini dipakai pada pembuatan pegas & alat-alat perkakas misalnya palu, gergaji atau pahat pangkas. Selain itu, baja jenis ini banyak dipakai untuk keperluan industri lain seperti pembuatan kikir, pisau, mata gergaji, cetakan, pisau, dan pegas.

Contoh pelaksanaan pada industri

CUP BRUSHES KNOT(buat menghilangkan kotoran yg melekat pada permukaan logam yang telah sangat berat dan awet dalam pemakaian)

PISAU ZIG ZAGPisau ini banyak di pakai pada industri farmasiBaja Paduan (Alloy Steel)

Menurut Amanto, 1999, baja paduan didefinisikan sebagai suatu baja yg dicampur dengan satu atau lebih unsur adonan seperti nikel, mangan, molibdenum, kromium, vanadium, dan wolfram yg berguna buat memperoleh sifat-sifat baja yang dikehendaki seperti sifat kekuatan, kekerasan, dan keuletannya. Paduan dari beberapa unsur yang tidak sama memberikan sifat khas pada baja. Misalnya baja yang dipadu menggunakan Ni & Cr akan menghasilkan baja yang mempunyai sifat keras dan ulet . Berdasarkan kadar paduannya baja paduan dibagi sebagai 3 macam, yaitu:Baja paduan rendah (Low Alloy Steel)

Baja paduan rendah adalah baja paduan yang elemen paduannya kurang dari 2,5% wt misalnya unsur Cr, Mn, S, Si, P, & lain-lain.Baja paduan menengah (Medium Alloy Steel)

Baja paduan menengah merupakan baja paduan yang elemen paduannya 2,5%-10% wt misalnya unsur Cr, Mn, S, Si, P, & lain-lain.Baja paduan tinggi (High Alloy Steel)

Baja paduan menengah adalah baja paduan yang elemen paduannya lebih berdasarkan 10% wt contohnya unsur Cr, Mn, S, Si, P, dan lain-lain.

Menurut Amstead, 1993 secara umumnya, baja paduan mempunyai sifat yang unggul daripada baja karbon biasa, diantaranya:Keuletan yang tinggi tanpa pengurangan kekuatan tarik.Tahan terhadap korosi dan keausan yg tergantung menurut jenis paduannya.Tahan terhadap perubahan suhu, ini berarti bahwa sifat fisisnya tidak poly berubah.Memiliki butiran halus dan homogen.

Contoh aplikasi dalam industri

Leave a Reply

Your email address will not be published.